Kamis, 21 Oktober 2010 | By: Denny Willyanto

Teknik Berlatih Paduan Suara Part.2

Waaaah, ketemu lagi nih.. akhirnya saya ada waktu untuk nulis bagian ke-2 dari teknik berlatih paduan suara.. wkwkwk.. so langsung aja ya.. Ceketot.. ^^

Kalo di postingan yang lalu saya menulis mengenai Teknik Vokal dan Nada. Kali ini saya akan melanjutkannya dengan Pokok pembicaraan kita, yaitu Paduan Suara. So, to the point aja yaw..

PADUAN SUARA adalah penyajian music vocal yang terdiri dari 10 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakkan jiwa (soul.. wkwkwk) lagu yang dibawakan.

JENIS PADUAN SUARA

Paduan Suara UNISONO, yaitu paduan suara dengan menggunakan satu suara saja.
Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia sejenis. Contohnya: suara sejenis wanita, suara sejenis pria, suara sejenis anak-anak.
Paduan Suara 3 sejenis S-S-A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
Paduan Suara 3 sejenis T-T-B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
Paduan Suara 3 suara Campuran S-A-B, yaitu paduan suara yang menggunakan 3 suara campuran, Sopran, Alto Bass.
Paduan Suara 4 Suara Campuran, yaitu paduan suara yang menggunakan suara campuran pria dan wanita dengan suara S-A-T-B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.


    Sebuah lagu tercipta dengan latar belakang tertentu dan bermaksud menceritakan sesuatu kisah ataupun hal, dan untuk menemukan makna yang tersirat dari lagu terebut, maka paduan suara harus dapat membawakan sesuai dengan sesuai tanda-tanda yang telah tertulis di dalam lagu. Inilah yang disebut dengan tanda dinamik.

    TANDA DINAMIK adalah tanda untuk menyatakan keras / lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Beberapa tanda Dinamik dari yang paling keras ke yang paling lembut adalah:

    fff : forte fortissimo = sekeras mungkin
    ff : fortissimo = sangat keras
    f : forte = keras
    mf : mezzo forte = setengah kera
    fp : forte piano = dimulai dengan keras dan diikuti lembut
    mp : mezzo piano = setengah lembut
    p : piano = lembut
    pp : pianissimo = sangat lembut
    ppp : piano pianissimo = selembut mungkin

    TANDA TEMPO adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan cepat atau lambatnya sebuah lagu harus dinyanyikan.
    A. TANDA TEMPO CEPAT
    1. Allegro : cepat
    2. Allegrato : agak cepat
    3. Allegrissimo : lebih cepat
    4. Presto : cepat sekali
    5. Presstissimo : secepat-cepatnya
    6. Vivase : cepat dan girang

    B. TANDA TEMPO SEDANG
    1. Moderato : sedang
    2. Allegro moderato : cepatnya sedang
    3. Andante : perlahan-lahan
    4. Andantino : kurang cepat

    C. TANDA TEMPO LAMBAT
    1. Largo : lambat
    2. Largissimo : lebih lambat
    3. Largeto : agak lambat
    4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan
    5. Grave : sangat lambat, sedih
    6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan

    PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.


    KLASIFIKASI PADUAN SUARA

    Level – 1 (Penguasaan Materi)
    Kriteria: Anggota mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan notasi yang tertulis pada partitur.
    Tips:
    - Nyamyikan panjang pendek not sesuai nilai not pada partitur
    - Nyanyikan tinggi rendah nada sesuai dengan interval nada yang tertulis di partitur.
    - Akan lebih baik jika anggota hafal dengan syairnya.

    Level – 2 (Interpretasi)
    Kriteria: anggota mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan interpretasi lagu yang diinginkan oleh komponis ataupun arenger lagu tersebut.
    Tips:
    - Latih keras/lembut suara sesuai dengan tanda dinamika pada partitur. Kalau tidak tercantum pada partitur, dinamika disesuaikan dengan makna syair atau karakter alur melodi.
    - Latih artikulasi (pengucapan) syair agar terdengar jelas. Misalkan pengucapan konsonan “r”,”ng”,”s”, dan vokal a,i,u,e,o. hal ini bertujuan agar pengucapan syair terdengar jelas, sehingga pendengarpun dapat ikut memahami lagu yang dinyanyikan.
    - Perhatikan pengkalimatan agar sesuai dengan kalimat yang benar. Hal ini dapat tercapai jika didukung dengan teknik pernapasan yang baik.
    - Lakukan pemanasan vokal yang cukup sebelum menyanyi, agar diperoleh Timbre atau warna suara yang menyatu, sehingga tidak ada suara yang menonjol sendiri. Ingat karena ini adalah PADUAN SUARA.

    Level – 3 (Ekspresi)
    Kriteria: level1 dan 2 telah mampu dilewati, dan anggota mampu menyanyikan lagu/materi dengan penghayatan total dan dikeluarkan melalui ekspresi. Percaya atau tidak, bahwa ekspresi mampu membuat sebuah lagu yang dinyanyikan benar-benar terasa jiwanya.
    Tips:
    - Latih cara menyanyikan lagu sesuai dengan karakter lagu, misalnya lagu/aransemen yang riang dinyanyikan dengan lincah dan riang.
    - Perhatikan tanda-tanda perubahan tempo, agar lagu dapat dinyanyikan dengan tepat sehingga mendukung ekspresi.
    - Tidak semua anggota dapat bernyanyi dengan ekspresi. Jadi tempatkan anggota pada posisi central dan banjar terluar (samping kanan/kiri), karena posisi ini berpengaruh terhadap penampilan secara keseluruhan.

    PEMBAGIAN SUARA PADA PADUAN SUARA
    Paduan suara umumnya terdiri dari 4 kelompok suara, yaitu Sopran, Alto, Tenor, dan Bass. Namun ada juga yang membagi menjadi Sopran, Meso, Alto, Tenor, Bariton, Bass. Untuk mendapatkan balance yang baik, perlu pembagian yang tepat untuk masing-masing kelompok. Dengan kata lain kelompokkan masing-masing jenis suara pada satu kelompok. Dengan tujuan agar dapat berkonsentrasi penuh dan tidak terpengaruh dengan suara lain. Namun jika masing-masing anggota telah benar-benar dapat berdiri sendir (tidak nggandol dengan temannya), anggota dari tiap kelompok dapat disebar, hal ini dimaksudakan selain melatih kemandirian not, juga agar padua suara yang didengar terdengar rata (tidak berat sebelah) (kalau tidak pakai mic lhooo… kalau pakai mic ya gak ada beda.. wkwkwk).
    Selain itu komposisi S:A:T:B yang ideal adalah 3:2:2:3. Namun perlu DIINGAT, bahwa komposisi tersebut dapat diubah sesuai dengan power dari penyanyi yang ada. Namun perlu DIINGAT lagi bahwa, paduan suara ini adalah kita bernyanyi dengan bersama-sama, jadi usahakan tidak ada suara yang dominan sendiri, karena akan merusak keindahan dari lagu/materi yang dibawakan.

    DIRIGEN
    Dirigen dalam paduan suara sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penampilan Paduan Suara (selain dari anggotanya sendiri nih). Idealnya Dirigen Paduan Suara merangkap sebagai pelatih Paduan Suara sejak awal program latihan dilaksanakan, agar secara emosional akan terjalin komunikasi yang lebih dekat. Sehingga timbul perasaan “krasan”.. wkwkwk

    Paduan Suara dipimpin oleh seorang Conductor/Dirigen. Untuk menjadi seorang conductor tidak sembarangan. Seorang conductor dituntut untuk memiliki kemampuan lebih dari anggota paduan suara yang lain.
    SYARAT MENJADI SEORANG CONDUCTOR
    Memiliki sifat kepemimpinan
    Memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
    Mengerti Notasi
    Kritis terhadap Notasi
    Simpatik
    Sebaiknya sehat jasmani dan rohani
    Menguasai cara efektif
    Memiliki daya imajinasi yang tinggi.

    TIPS:
    - Pilihlah Dirigen yang memiliki wawasan paduan suara lebih daripada anggota paduan suara lainnya, jangan berdasarkan senioritas saja.
    - Fungsi dirigen memadukan suara dari anggotanya sehingga menjadi satu komposisi yang padu dan harmonis. Untuk itu dirigen harus menguasai materi dengan baik dan benar, sebelum ia memadukan (memimpin) kelompok paduan suaranya.
    - Dirigen jangan memulai aba-aba jika seluruh anggotanya masih belum memperhatikan. Karena kontak mata sangat penting untuk menjalin komunikasi antara dirigen dan anggota paduan suara.

    Nah sampai sini dulu ya postingan mengenai paduan suara, semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi kawan-kawan semua, agar terbentuk sebuah tim paduan suara yang solid, kokoh, dan bermutu.. Kita sambung lagi di part uang ke-3.. hehehehe.. Selamat Berlatih.. Tuhan memberkati.. Thing Thing.. ^^

    1 komentar:

    David Sikirit mengatakan...

    Trima kasih, ini membantu untuk persiapan natal..Be blessed

    Poskan Komentar